Home Feature Sawahlunto yang Mulai Digital

Sawahlunto yang Mulai Digital

0
BERBAGI
Monitor dengan arsip digital (Randy/detikTravel)
Monitor dengan arsip digital (Randy/detikTravel)

Sebagai pemain tambang di Sawahlunto, PT Bukit Asam turut mendukung ide wisata tambang. Salah satu caranya lewat digitalisasi dokumen sejarah.

Dalam sejarah penambangan PT Bukit Asam (PT BA) di Sawahlunto, tidak terhitung berapa banyak arsip terkait tambang dari dulu hingga sekarang. Agar tidak hilang ditelan zaman, PT BA melakukan inisiatif untuk men-digitalisasi arsip mereka bagi wisatawan. Hal itu pun diungkapkan dalam Diskusi Nasional Pariwisata Sawahlunto di Aula Diklat ESDM Ombilin Sawahlunto, Kamis (30/11/2017).

“Untuk digitalisasi arsip teknisnya PT BA. Kami di ranahnya pemerintah untuk menyambut baik arsip, ini karena kami melihat ini peluang untuk menjadi daya tarik tersendiri untuk kepariwisataan Sawahlunto dan ini beda dari daerah lain,” ujar Kadisparpora Sawahlunto, Efriyanto.

Secara teknis, aneka arsip bersejarah milik PT Bukit Asam dapat dilihat oleh siapa pun. Namun tidak sembarangan, traveler harus datang langsung ke Sawahlunto untuk mengakses data tersebut. Mendigitalisasi secara offline memang terdengar tidak kekinian, tapi itu ada alasannya.

“Bukannya kita tidak ngeh dengan zaman now ya, orang dimana-mana bisa mengakses, tapi ini kan jadi target kita bagaimana orang datang ke Sawahlunto dengan akses di tempat tertentu. Mereka harus datang ke Sawahlunto dan lihat sendiri arsip data dan dokumen yang ada,” pungkas Efriyanto.

Dari pihak PT BA, Saptanto Sarwo Basuki selaku staf ahli direktur juga mengiyakan proyek digitalisasi arsip tersebut. Walau sejumlah monitor dengan arsip digital sudah tersedia di ruang diskusi ini, lokasi pasti untuk mengakses data tersebut nantinya masih dibicarakan.

“Mengenai digitalisasi arsip ini yang paling berkepentingan General Manager UPO. Yang saya dengar kita berharap agar orang awam yang tidak tahu tambang bisa mengakses secara langsung dengan datang ke Sawahlunto. Proyek ini sudah selesai, tapi nanti akses lebih lanjutnya ditanyakan ke GM UPO-nya,” tutup Saptanto.

Sayang detikTravel belum sempat bertanya pada GM UPO PT BA terkait realisasi arsip digital lebih lanjut di lapangan. Semoga saja implementasi proyek ini dapat dihadirkan sesegera mungkin untuk menarik wisatawan ke Sawahlunto. (rdy/fay)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here