Home Berita Penderita HIV/AIDS di Sawahlunto Bertambah

Penderita HIV/AIDS di Sawahlunto Bertambah

0
BERBAGI

Sebanyak 22 warga Sawahlunto terdeteksi positif mengidap HIV/AIDS. Angka itu bertambah lima orang pada tahun 2017. Sebelumnya di 2016 terdapat 17 orang penderita.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kesmas P2P) Dinas Kesehatan, Penhendalian Penduduk dan KB Kota Sawahlunto,  dr Al Anshari kepada Haluan menyebutkan, di awal 2017 ditemukan 2 orang penderita HIV/AIDS, kemudian di Oktober bertambah tiga orang lagi, sehingga yang semula terdapat 17 orang menjadi 22 orang, satu diantaranya telah meninggal dunia.

“Dari sejumlah penderita itu terdapat satu keluarga kecil, suami, istri da satu anaknya yang baru lahir. Saat ini anaknya aedang dalam observasi selama enam bulan. Si ibu tidak boleh menyusui anaknya karena dikhwatirkan akan tertular kepada bayinya,” terang Ansari.

Sebenarnya lanjut Ansari, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Sawahlunto telah melakukan edukasi dalam memutus rantai penyebaran virus berbahaya yang belum ada obatnya itu. Melalui kampanye dan sosialisasi yang dilakukan KPA Sawahlunto terasa belum maksimal dikarenakan keterbatasan anggaran di KPA itu sendiri.

” Untuk memutus rantai penyebaranjya selain kampanye dan sosialisasi juga dibutuhkan kegiatan pemeriksaan. Dari anggaran yang hanya teralisasi Rp18 juta dari Rp90 juta yang diharapkan, tentu tidak dapat menekan maupun menoptimalkan kegiatan dalam pemutusan mata rantai penyebaran virus tersebut,” katanya.

Mata rantai penyebarannya harus dilakukan, kemana penularannya. Kemudian lanjutnya harus dikejar orang yang pernah kontak dengan si penderita dan harus dilakukan pemeriksaan secara detail. Penyebaran virus HIV/AIDS biasanya terjadi melalui kontak hubungan seks bebas, kemudian bisa melalui pemakaian jarum suntik yang telah terindikasi virus tersebut.

“Di 2018 nanti pihak kita akan lebih intens dalam mensosialisasikan dan mengkampanyekan upaya memutus rantai penyebaran HIV/AIDS. Dengan kegiatan itu diharapkan masyarakat lebih mengenal penyakit dan cara penularannya,” ujar Ansari.(h/rki)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here